Jakarta Kebanjiran

Pertengahan Januari 2013, Rabu malam, Jakarta diguyur hujan tanpa henti, sepanjang malam hingga pagi hari. Saya yang sudah bersiap ke kantor, tertahan karena hujannya deras. Saya sms boss mengabari akan datang terlambat menunggu hujan reda. Tidak ada balasan. Akhirnya saya memakai jas hujan, ke luar kost, langsung disapa tetangga sebelah, “mau ke mana mbak? Ga usah ngantor! Banjir dimana-mana!” Haaa banjir?!! Ya ampuunnn, pantesan di sebrang kost saya ada tanda dilarang melewati jalan itu. Pantesan boss saya ga bales sms ngapain juga ngantor, lah wong kantornya kerendem. Pantesan juga jalanan di sebrang kost saya ditutup, jalanannya udah kerendem!

Karena penasaran, saya berjalan ke jalan yang ditutup itu. Dari kejauhan, terlihatlah air setinggi lutut orang dewasa. Anak-anak berlarian sambil tertawa. Saya malah takut takut terjerembab di got. Makanya pada teriak supaya saya berjalan di tengah jangan ke pinggir. Kemudian saya berdiri di sebuah jembatan, yang sudah terendam air deras. Saya takut tiba2 air menghantam jembatan dan bisa hanyut. Buru2 saya turun dan melihat ketnggian air RS AL Mintoharjo perlahan naik terlihat dari tembok bangunan yang sedikit demi sedikit tertutup air coklat. Dan saya lihat, jalanan yang biasa saya lalui, sudah tidak bisa dlewati karena air sudah setinggi pinggang! Ga berani! oh ya, jangan bingung dengan ukuran ketinggian air ya. Kita mengukurnya dengan ukuran badan, bukan dengan sentimeter, meter, atau inch. Tapi ketinggian air sedada, selutut, sepinggang. Atau mungkin seleher. Alias seleher anak kecil.. hehehe..

Kemudian, saya berjalan kaki lewat jalur lain menuju kantor, lewat sekolahan. Dan alamaaakkkk airnya sudah tinggi! Mau lewat mana? Akhirnya menemukan gang kecil yang tembus dan bisa berjalan kaki menuju kantor. Sampai pertigaan belokan ke kantor, jalanan sudah ditutup! Airnya sudah tinggi, sepinggang! Saya bertemu seorang teman kerja yang berhasil melewati banjir, dan dia bilang depan kantor saya sudah sedada!! Huaaaaa.. Ga berani lewatin air setinggi itu. Kalau masih di bawah lutut masih bisa. Dan saya lihat airnya pun deras. Banyak mobil yang tidak terselamatkan di parkir di pinggir jalan. Hanya atapnya yang terlihat. Kasihan pemiliknya.

Image

Akhirnya karena tidak bisa ngantor, dan sudah siap dengan kostum hujan2an, jas hujan, celana renang, sendal, dan kamera, saya memantau banjir di tempat lain yang cukup parah, yakni di kawasan Karet yang bersebelahan dengan kali Mati. Saya lihat prosess evakuasi yang menggunakan alat seadanya, karena belum ada bantuan perahu karet. Orang-orang berenang dengan memegang tali supaya tidak tenggelam dan terbawa arus. Saya lihat air sudah merata, tidak terlihat mana aliran sungai mana daratan rumah penduduk. Semuanya tertutup air.

Image

Image

Image

Di tengah kesibukan menyelamatkan diri dan evakuasi, ada banyak orang yang motret. Saya sebenarnya sungkan, karena kasihan orang laigi kesusahan, koq motret, bukan nolong. Saya sedikit sembunyi2 memotretnya, ditaruh di bawah jas hujan sekalian untuk melindungi kamera supaya nggak basah.

Kemudian saya kembali ke kost. Sampai di kost seorang tetangga memperlihatka foto bunderan HI sudah kebanjiran! Akibat jebolnya tanggul kanal barat yang terletak di bawah jembatan layang kuningan menuju menteng, dekat stasiun Sudirman. Saya yang malas berdiam diri di kost, dan ingin melihat situasi secara langsung, akhirnya berjalan kaki menuju Benhil lewat perumahan di jalan Benhil dalam. Sendirian. Setelah Benhil, saya lanjutkan jalan kaki menuju stasiun sudirman. Sepanjang jalan, arus kendaraan menuju Thamrin tidak bergerak sama sekali. Sedangkan dari arah berlawanan kosong. Akhirnya banyak mobil memutar arah, balik kanan tidak melanjutkan perjalanan.

Sampai stasiun Sudirman yang kosong melompong, saya menuju peron bawah. Ya ampuunnn, sejak kapan ada sungai deras di Jl Blora Menteng?! dari kejauhan, saya melihat segerombolan orang di tengah rel di bawah jembatan layang. Saat itu saya belum tahu kalau di sana terjadi jebol bendungan. Coba kalau saya ke sana pasti ketemu Mas Jokowi yang mengawasi langsung perbaikan tanggul.

Tadinya saya mau kembali ke kost, tapi kan bunderan HI tinggal sejengkal, akhirnya saya lanjutkan perjalanan, dan woooooowwww massa sudah berkumpul di sana. jalanan kosong tidak ada kendaraan, karena sudah tertutup air sedengkul, semakin jauh semakin dalam. Airnya pun deras. Saya pun nyebur ke dalam air. Uugghhhh airnya lengket dan berminyak karena bercampur oli, minyak dari kendaraan yang terendam! Saya tertahan di jalan Blora, sebelum halte Tosari. Nggak berani melintasi air. Karena sendirian! Kalau ada teman nekad, mungkin saya bisa jalan kaki sampai bunderan HI.. 😀

Sepanjang perjalanan, saya lihat banyak orang-orang membawa kamera. sibuk memotret. Ada juga yang bernarsis ria. Anak-anak yang gembira berenang berasa di kolam renang. Sebuah pemandangan yang tak akan kita lihat di negara lain yang terkena banjir. Bahkan kabarya ada seorang bule bersurfing ria di tengah banjir. Mungkin kalau di negaranya dia akan ditertawakan. Tapi ini Jakarta bung! Walau bencana, kita masih bisa tersenyum dan bersenang2.

Ketika saya kembali ke kost, ternyata mati lampu. Oh tidak! Hape sekarat sudah mau habis batrenya. Gimana ini. Sementara saya harus beri kabar kepada orang2. Dan saat itu tidak banyak orang mengupdate berita di facebook, twitter sms. Mungkin semua hemat batre hp. Setelah magrib, saya berdua dengan kawan, pergi ke mall mencari colokan listrik, numpang ngecharge hp sambil menyantap makan malam. Malam itu mall sangat sepi! jam 9 banyak toko sudah tutup. bahkan TB Gramedia ketika saya datang jam 7, sudah tutup.

Dan inilah beberapa foto yang saya dapatkan sepanjang hari Kamis itu. Kalau lihat ada cewek pakai jas hujan hijau, jalan kaki, pakai sendal jepit, itulah saya… 🙂

Image

Image

Image

Image

Image

Image

ImageImage

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s