Liburan di Rumah

“Apaaaa? Cuti di rumah aja? Rugiiii..!”

Begitu protes seorang teman ketika gue mengabarkan akan cuti beberapa hari dan ga kemana-mana alias di rumah ajeh. Secara setiap wiken keluyuran ke luar rumah dan ga ada istirahatnya, apalagi tiap hari pulang malam. Kapan bangun siangnya?

Semula, gue pun merasa gamang, bakal betah ga ya di rumah. Akhirnya rencana cadangan, kalau ga betah, gue mau kabur ke tempat yang deket-deket aja yang bisa ditempuh bis dan pergi sendiri. Sudah search daerah yang mau dituju, pergi kemana, tidur dimana. Tapi gue tepok jidat. Ini katanya mau cuti di rumah tapi koq tetap search jalan-jalan?! Bayangan menggembol tas ransel,  ngejar bis, naek angkot, mendapat hal-hal baru yang kadang menyenangkan kadang mengesalkan saat perjalanan, terus motret-motret pemandangan yang tidak setiap hari bisa kita lihat, terasa menggoda. Tapi ya sudahlah, gue kali ini ambil cuti buat istirahat, buat leyeh-leyeh, nyantai di rumah. Ga ke luar duit pula liburan di rumah. Yakiinnnnn..? 

Hari pertama cuti, gue niat bangun siang. Tapi memang alarm tubuh sudah terbiasa bangun subuh. Jreng, mata gue langsung melek aja jam 5an. Bangun bentar. Terus tarik selimut. Tidur lagi ah. Kemudian terbangun, dan gue mengintip jendela yang sudah terbuka,  wowww matahari sudah bersinar. Udah siang nih. Bangun ah. Dan gue tengok jam. Apa, baru jam 7.00! Ini pan masih pagi! Bangun siang itu kan jam 8, jam 10. Tapi ini kan.. Ya sudahlah, daripada gw paksain tidur, malah bikin sakit kepala akhirnya bangun. Nonton tipi. Terus siap-siap jalan-jalan sama mama ke pasar.

Pasar! bukan Mall loh ya. Itu loh yang padat, panas, macet, berisik, dan banyak jajanan di pinggir jalan. Saya ajak Mama ke toko kain, dan di sana kami panik bersama melihat kain yang lucu-lucu. Brokat beraneka corak. Kain beraneka motif. Kalau kamu seorang desainer, pasti panik di toko ini. Tapi gue tetep panik koq, walau bukan seorang desainer. Akhirnya kami beli beberapa meter kain. Dan setelah itu jajan-jajan di sekitaran Bogor Permai. Lagi ngidam siomay. Setelah kenyang, lanjut belanja kebutuhan pokok alias makanan buat stok selama liburan di rumah. Lumayan banyak belanjaannya hari itu. Tapi gue mikir, ga apa-apa lah, namanya aja liburan, kalo bepergian pasti bakal ke luar duit lebih banyak.

Hari berikutnya, gue ga usaha lagi buat bangun siang. Cuma nambah waktu gogoleran pagi-pagi di kasur. Sambil cek-cek hape. Kasih salam pagi dan selamat bekerja buat teman-teman yang hari itu bekerja. Bikin iri ceritanya hehe. Dan gue mendapat balasan jitakan lewat hape.

Beberapa bulan lalu, gw dapat hibah koleksi DVD dari boss gw. Dan yang gw ambil adalah jenis drama. Baru sedikit yang ditonton. Waktu yang tepat untuk mendedikasikan libur di rumah buat nonton.  Salah satu film yang gue tonton, sangat berkesan dan bagus,  judulnya “What’s Eating Gilbert Grape”. Gue mesti bilang wow! Leonardo di Caprio bermain bagus di film ini. Dia berperan sebagai remaja berumur 18 tahun, tapi berkelakukan seperti anak kecil. Dia bintang dalam film ini. Ada Johny Depp sebagai kakaknya. Film ini masuk dalam daftar favorit. Film lain yag gue tonton adalah  Conjuring. Horor abis! Siang hari, hujan deres. Nonton horor. Tetep aja gw mesti tutup mata dan kecilin volumenya. Yang bikin kaget film horor itu adalah musiknya. Jeng jeeng! Oh ya, film Hello Kitty dan cd lagu anak-anak juga gw tonton selama liburan. Mesti gantian sama Adin, ponakan yang berumur 5 tahun. Dan sore hari, gue bisa nonton Timmy Time, Shaun the Sheep. Ga boleh nonton Sponge Bob, kata ibunya ga bagus buat anak-anak. Itu sebabnya gue tidak familiar dengan karakter dalam film ini. Gue toleran sama Adin.

Bulan Desember. Hujan sering turun di siang hari. Dan kalau lagi di kantor, gw sering memandang ke luar membayangkan maen hujan-hujanan. Yeah, masa kecil yang bahagia memang tidak akan ada habisnya. Tuhan mendengar keinginan ku!

Siang hari, tapi mendung gelap. Tak lama kemudian hujan turun dengan derasnya. Saya lagi nonton. Hanya memandang ke luar, melihat hujan deras bonus petir. Saya lanjutkan nonton. Adin sibuk main boneka. Hujan! Di rumah! Tunggu apa lagi. Saya langsung ke luar rumah, di teras memandang derasnya hujan. Mengulurkan tangan di bawah hujan. Dan kemudian, saya melangkah berdiri di bawah guyuran hujan! Saya hujan-hujanan! Yahuuuu..! Tiba-tiba ada teriakan, “Mamaaaaa, uwak maen hujan-hujanan! Aku juga mauuuu!” Kemudian Adin pun berlari ke luar menghampiri saya. Kita berdua hujan-hujanan. Berteriak histeris dan berpelukan erat ketika petir menggelegar. Kaget! Tapi ga lari masuk rumah, tetep hujan-hujanan dong! Puas banget! Adin tersenyum cerah di bawah guyuran hujan. She looks sooo happy spending the day with her cool aunty! Hmmmm.. That’s me! 😀

Sudah lama gue ada rencana mengembalikan buku-buku punya Elly dengan naik sepeda. Akhirnya, di pagi cuti itu, saya mengirim kabar kepada Elly,  akan mampir ke rumahnya. Jarak perjalanan sekitar 3 kilometer, dalam waktu kurang dari setengah jam saya sudah berada di komplek perumahannya di daerah SindangBarang. Tapi ini masih terlalu pagi. Akhirnya keliling-keliling di kompleknya dan menemukan ada perumahan lain. Gue pun menyusuri perumahan tersebut. Dan di kejauhan terlihat rimbunnya pepohonan seperti hutan. Gue membelokkan sepeda ke arah sana. Kemudian, saya melihat ada pintu kecil. Saya mengintip, perumahan lainnya. Rasa penasaran membuat saya melewati pintu tersebut dan berada di tengah perumahan yang asing. Saya berada di mana? Untunglah ada seorang Ibu yang sedang berjalan kaki, dan bertanya ini perumahan apa, ada di jalan apa. Owalaahh ternyata ini adalah komplek perumahan yang bisa tembus ke Pagelaran dan Laladon. Ini mah deket ke rumah saya!

Ternyata dengan sepedaan gue bisa menemukan jalan yang tak pernah  dilalui sebelumnya. Dan gue jadi tahu, Bogor itu semakin kecil! Belok ke sini, munculnya ada di tempat yang ternyata dekat rumah. Belok ke sana, tahu-tahu  itu jalan menuju curug.

Singkat cerita (sebenarnya ga ada cerita lain sih) sampailah gue di rumah Elly. Setelah ngobrol dan diskusi berita terkini soal urusan bangsa, negara, perselingkuhan dan buku-buku, gue mencomot trilogi The Hunger Games yang sudah lama gue ingin tahu, apa serunya sih nih buku. Dan gue tutup mata, berusaha tidak mencomot buku lainnya. Koleksi bukunya banyak bener! Perpustakaan pribadi itu, dan gue menyarankan dia untuk bikin cap kepemilikan. Bisa-bisa diklaim ama yang lain kan? Pacar aja bisa diklaim milik orang lain, apalagi buku! (curhat)

Dalam perjalanan pulang, masih sepedaan, gue lihat ada spanduk, Kolam Renang Khusus Perempuan. Waaahh, okey punya nih. Gue pun mampir dan melihat-lihat kolam renangnya. Ternyata ada kursus renang. Gue pun tanya ada kursus buat orang dewasa ga. Soalnya si Niknok pengen belajar renang. Waktu gue bilang, dewasa itu umurnya 35 tahu, dia bilang, waaah itu mah ibu-ibu, bisa, tapi rabu. Yaaaah si Niknok ga kan bisa. Kerja. Kolam renangnya cukup bagus. Ada ember tumpah. Untuk perempuan pun cukup luas.

Masih ada sisa cuti. 3 buku. Dan sisa cuti itu gue dedikasikan buat melahap buku-buku itu. Seharian, gue cuma baca, makan, baca, shalat, baca, kamar mandi, baca sambil gogoleran. Mama bete banget lihatnya. Tapi yaaa berhubung gue sedang cuti, dia tidak mengganggu gugat hobi ini. Dia cuma mengingatkan untuk shalat. Baca itu bikin lupa waktu. Apalagi kalau bukunya seru, ada peperangan, percintaan, dan makanan yang bikin laper.

Oh ya, mama tahu gue mau cuti tapi ga tahu berapa lama. Jadi pagi kedua nanya, masih cuti?  Keesokan paginya, lihat gue santai-santai ga gedebukan rebutan kamar mandi sama Niknok, mama teriak, cutinya sampai kapan sih? Mungkin dia sudah bosen lihat gue kelamaan  nyantai di rumah.  hahahaha.. Dan kesel lihat gue jajan mulu.

Oh ya, liburan ini pun gue bisa ngemall di Bogor. Gue ajakin Adin jalan-jalan. Pulangnya, bawa beberapa DVD film, buku, dan makanan.

Yup! Ternyata liburan di rumah bisa menyenangkan juga. Kadang, wiken pun kita bukan berisitirahat tinggal di rumah, tapi jalan-jalan bersama teman, menghadiri acara komunitas, dan itu cukup menguras tenaga. Kapan istirahatnya. Minggu ini gue dikejutkan dengan berita seorang pekerja periklanan yang meninggal karena bekerja tanpa henti selama 30 jam, dan minum minuman energi. Gue bersyukur, gue tahu bahwa pikiran dan fisik gue butuh istirahat. Biasanya kalau kecapekan gue terlihat mules alias muka lesu hehehe.. jadi setelah sebuah acara di kantor, yang menguras pikiran dan tenaga, gue butuh istirahat. Di rumah.

Liburan di rumah, loe bisa melakukan banyak hal yang ingin loe lakukan tapi ga bisa karena harus bekerja. Di antaranya, bangun siang, tidur siang, nonton siang, pokoknya bersenang-senang di siang hari. Loe bisa berkebun, menata ulang kamar (aka beberes), baca buku, nonton film, ga mandi seharian. Ga mikirin kerjaan. Yaaah walau pun tetap aja loe harus menerima telpon dan sms urusan kerja. Tapi selebihnya bisa santai di rumah. Berkumpul dengan orang-orang di rumah. Inget senyum Adin kan?

Tapi waspada ya. Liburan di rumah itu boros kawan! Suruh tukang jajanan ikutan cuti selama loe cuti di rumah. Bakso, siomay, batagor, mie ayam, es doger, es cincau, tukang buah, tukang sayur. Iya, gue juga menyalurkan hobi memasak. Jauhi mall dan sejenisnya. Jangan ajak ponakan ngemall. Jangan bikin alasan bahwa ini liburan di rumah, gapapa deh daripada jalan-jalan pasti lebih boros. Ternyata salah. Liburan di rumah itu sebanding dengan liburan jalan-jalan ke luar kota.

Eit, baca lagi paragraph sebelumnya kelebihan liburan di rumah.

Yup. Liburan bisa dimana saja. Asal hati senang ada uang senyum terkembang!

🙂 🙂

Salam libur!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s