bukber

sekarang sudah minggu kedua bulan ramadhan, bulan puasa bagi umat muslim. sebulan sebelum ramadhan tiba, di salah satu grup wa ramai membicarakan rencana bukber alias buka puasa bersama. tentu saja banyak teman yang tertawa dan bercanda berkata, puasa saja belum mulai, sudah mau buka puasa saja. tapi pembicaraan tentang rencana berbuka tetap bergulir.

saya tidak terlibat dalam percakapan tersebut. karena saya belum memastikan bisa hadir atau nggak. jika saya sedang halangan tidak puasa, saya pasti datang. tapi jika berpuasa, saya pastikan tidak akan bergabung.

beberapa kali saya pernah mengikuti acara bukber. seringnya di rumah makan. jika tidak memesan tempat terlebih dahulu, pasti akan lama antri menunggu meja. setelah dapat meja, menunggu lagi pesanan datang. kemudian, kalau mau shalat di mushala, harus antri cukup panjang. karena mushala kecil. shalat magrib bisa terlewat. karena waktunya sudah keburu habis.

saya lebih senang buka puasa di mesjid. tidak harus memesan tempat, tidak antri untuk mendapatkan makanan pembuka, bisa shalat tepat waktu dan berjamaah karena tempatnya luas, dapat makanan gratis. hehehe. tapi serius, berbuka di mesjid itu lebih nikmat. semua orang yang berada di mesjid akan makan bersama-sama dengan makanan yang sama. tapi di restoran, saya suka kasihan dengan pelayan yang mungkin juga sedang berpuasa, harus hilir mudik mengantarkan makanan. mereka tentunya sudah berbuka. ala kadarnya hanya air minum dan sepotong kue. setelah itu sibuk melayani tamu yang berbuka puasa.

saya nggak anti dengan bukber. teman2 pun banyak yang senang dengan bukber sekalian silaturahmi. itu salah satu hal yang positif. banyak teman2 yang ketika akan mengikuti acara bukber mensyaratkan di rumah makan tersebut ada mushalanya. bagus kan. berkumpul tapi tidak meninggalkan ibadah.

tapiii.. setelah banyak mengikuti acara bukber, saya lebih memilih untuk bukber di mesjid, lebih menyenangkan dan nikmat. saya pernah bukber di mesjid istiqlal jakarta. semua orang, apakah itu kaum dhuafa kaum berpunya kaum kantoran, akan diperlakukan sama untuk mendapat makanan pembuka. harus duduk di lantai dan menunggu makanan dibagikan. entah siapa yang duduk di samping kita. bisa pemulung, supir atau orang berpunya. aroma parfum bercampur dengan aroma keringat dari badan yang lelah mengais rejeki.

buka puasa di mesjid pun mengajarkan saya, banyak orang yang tidak memikirkan orang lain. di mesjid sunda kelapa, disediakan beberapa galon teh manis. banyak orang akan mengantri sambil membawa botol minuman atau gelas plastik yang dibawa dari rumah dengan berbagai ukuran, antara 30 ml sampai 600 ml. mereka akan mengisi penuh tempat minumnya, bukan secukupnya, tapi sampai memenuhi botol minumnya yang gede itu! mereka tidak memikirkan orang lain pun ingin minum teh manis. sehingga banyak orang ga kebagian.

oh ya, akhirnya saya tidak ikut buka puasa bersama teman2 di wa, karena saya lebih memilih mengajak syamil berbuka di mesjid sunda kelapa. karena ada makanan favorit saya di sana: soto padang dan sate padang, dan segelas gwede es kelapa muda yang enak! sayangnya hari itu telat datang ke mesjid jadi nggak kebagian makanan gratis… hehehehe..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s