Foto Pernikahan

~Buat Ina~

Sahabat saya sebentar lagi akan menikah. Dia meminta saya untuk memotretnya pada acara akad. Reaksi saya adalah tersanjung dan panik. Tersanjung, karena di acara sakral itu gue dipercaya untuk menjadi tukang fotonya. Panik, karena saya nggak jago-jago amat dalam urusan foto. Kalau foto jalan-jalan, okelah saya bisa mengarahkan gaya teman2 saya, dan mengulang adegan jika teman2 tidak berkenan alias kelihatan jelek.

Tapi ini acara nikah? Akad pula? Hwaladalaahhh! Masak nanti ketika fotonya ga bagus, saya harus minta calon pengantin untuk adegan ulang? Ketika ijab kabul, saat orangtua pengantin perempuan menggenggam tangan pengantin laki2, terus foto yang saya ambil buram, tiba2 saya teriak, “Pak.. Pak… ulang lagi dong salamannya, fotonya ga bagus.” Duh saya bisa dipelototin pemirsa hajatan.

Tantangan menjadi tukang foto pernikahan bukan hanya itu saja. Tantangan lainnya adalah para tamu yang heboh pengen ikutan mengabadikan alias motret bagian sakral dari pernikahan. Apalagi sekarang banyak yang punya kamera keren dan handphone pun sudah berkamera. Mereka akan mengelilingi meja ijab kabul dengan handphone atau kamera gede. Walhasil, tukang foto resmi pernikahan, mesti berebut tempat dengan para tamu tersebut. Dan kamera pun terhalang tangan yang sedang mengangkat hp buat motret. Iiihhhh bikin gemesss deh!

Saya pernah mengalaminya. Kadang saya kesal, karena saya tidak bisa melihat upacara tersebut. Tertutup dengan tamu yang mengerubuti meja akad nikah. Akibatnya, upacara jadi kurang syahdu. Kita malah sibuk lihat orang2 yang sibuk motret.

Apalagi sekarang anak2 sudah pegang hp. tambah besar lah perjuangan tukang foto buat mendapatkan foto bagus akad nikah. Dan adegan itu ga bisa diulang. Catat!

Ini pesan buat para tamu, lebih baik duduk manis saat mengikuti akad nikah. Ikuti acara tersebut dengan khidmat, sekalian berdoa buat pengantin. Kalau mau foto-foto, pasti ada waktunya. Setelah akad selesai. Kalau punya kamera dslr atau saku, bisa gunakan zoom nya. Pengantin ga usah difoto close up, ga usah dideketin. Dari jarak jauh pun bisa dapat momen yang bagus. Pengantin tersenyum yang dikelilingi keluarganya yang ikut berbahagia juga bagus.

Beri keleluasaan kepada petugas foto resmi untuk mendapatkan foto bagus buat pengantin yang akan menjadi kenangan seumur hidup. Inget ya, adegannya ga bisa diulang! Apalagi pas akad.

Karena hal-hal itulah saya menjelaskan pada sahabat saya supaya mencari photographer handal untuk mengabadikan acaranya. Dia memberitahu, kalau ada photographer dari perias, dia meminta saya buat cadangan aja.

Hmmmmmmmmmm… baiklah. Cadangan. Ya tentu saja. Ada photographer utama. Saya ge-er banget yak! Hahahahaha…! Dih Hani! hihihihi…..

Saya lega dengarnya. Berarti saya bisa foto2 bebas di nikahannya dia! Foto yang ganteng2 aahh!… Uhuk!

Klik!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s