Pengakuan di malam Persami

Anak Pramuka pasti tahu apa itu persami. Persami adalah perkemahan sabtu minggu, kadang diadakan di sekolah atau di luar sekolah. Di malam persami ini selain kegiatan kemping, juga diadakan acara jurit malam, yakni uji keberanian untuk melintasi atau berjalan di suatu tempat yang gelap dan kadang menakutkan. Dengan suara-suara aneh yang sebenarnya buatan kakak-kakak pramuka.

Yes, waktu jaman smp dulu, gue cukup aktif di kegiatan pramuka. biasanya kegiatan ekstrakulikuler ini diadakan pada sabtu sore. Dengan berseragam coklat tua, gue akan belajar tali temali dengan aneka simpul, membuat tenda dan tandu, pertolongan pertama pada kecelakaan, baris berbaris, bernyanyi dan berorganisasi.

Gue rasa, cikal bakal senang jalan-jalan saat ini karena pengaruh masa pramuka dulu. Pada waktu tertentu, kami latihan di tempat terbuka, atau menjelajah daerah baru dengan petunjuk arah perjalanan yang berupa kode-kode yang harus kami pecahkan. Kami juga harus lebih memperhatikan tanda-tanda ketika melewati persimpangan, jika ada tanda silang (X) berarti tidak boleh lewat daerah itu.

Selain itu juga saya belajar bahasa kode lainnya yakni morse dan semapur. Morse adalah kode huruf dengan menggunakan peluit yang ditiup, dengan panjang pendek bunyi yang sudah diatur. Titik bunyi tut sekali itu artinya huruf anu (gue lupa!) Tut tuuutt itu artinya .- untuk kode huruf yang lain. Dan pelajaran gue di morse ini sangatlah buruk! Ga bisa bedain panjang pendeknya.

Nah kalau semapur masih mending. Kode huruf dengan menggunakan bendera segi empat berwarna coklat oranye. Dengan membentangkan dua bendera di tangan kanan kiri, tangan kanan ke atas tangan kiri ke bawah, itu artinya satu huruf. Lagi, gue lupa huruf apa! Gile jaman smp kan sudah lama berlalu. Gue sudah lama tidak menggunakannya. Gue lebih banyak menggunakan bahasa kalbu. hihihihi..

Latihan Pramuka di sekolah bersama kakak-kakak kelas, ada juga guru pembimbing yang ikut melatih kami. Atau kakak penggalang dari sekolah lain. Gue biasanya semangat kalau mau latihan pramuka. Apalagi lihat kakak-kakak pramuka. Uhuk. Mereka itu ada yang baik hati, penolong, penyabar, judes, pemarah, ngomel-ngomel mulu kadang bentak-bentak. Sok galak. Tapi kalau sudah di luar jam latihan pramuka, kami berbaur biasa. Ada yang cakep juga. Ihik!

Di Pramuka juga gue belajar berorganisasi. Setiap akhir tahun pelajaran, ada pengalihan kepengurusan organisasi. Karena kakak kelas mau pada ujian. Setelah melalui rapat dan pemilihan ketua pramuka, akan diadakan malam pengesahan. Di malam ini nih, para kakak pramuka akan ngerjain adek-adeknya. Tengah malam dibangunin, dibentak-bentak, ditutup matanya dengan kain disuruh berjalan di lorong kelas. Dipisahkan dari grupnya.

Disuruh berdiri di tempat yang gue ga tahu dimana. Gue cuman mendengar suara bentak-bentakan dan teriakan. Ada yang disuruh push up, nyanyi tapi huruf vokalnya diganti dengan huruf i, dan lain-lain.

Tiba-tiba, ada suara keras membentak gue.

“Hai kamu, jangan tidur! Mata ditutup bukan biar tidur. Jawab!” suara perempuan.

“Iya kak!” jawa saya.

“Kamu jangan cemberut kalau dibentak. Kamu nggak suka sama kami ya? Kamu benci kami?!”

“Nggak kak!”

“Kalau gitu, siapa kakak pramuka yang paling kamu suka? Kakak laki-laki!”

Sialan! Pertanyaan apa pula ini? Mendingan gue disuruh nyanyi balonku dengan huruf e. Belenke ede leme. Repe-repe wernenye. Heje keneng kelebe mereh mede den bere….

“Hai kamu, jawab!” Teriak suara perempuan itu.

Aduh siapa dong. Gue suka dengan salah satu kakak pramuka. Orangnya baik. Sedikit sipit matanya. Entahlah, ternyata sejak jaman smp gue sudah suka dengan orang bermata sipit dan berkacamata. Apa gue sebut namanya aja ya. Tapi jangan sampai dia tahu. Duh gue kan malu kalau dia tahu. Kalau gue diem, nih kakak perempuan tambah kenceng suaranya.

“Jawab, jangan diem aja!!” teriaknya lagi.

“emmmmmmmmmm.. kak emil, kak”, lirih suara gue.

“Ga kedengeran!”

“KAK EMIL!”

Kemudian hening. Halooo kakak perempuan yang galak, kemana ini. Saya menunggu.

“Hei kamu, tadi bilang apa? Coba jawab sekali lagi, siapa kakak pramuka laki-laki yang paling kamu suka?!” Tiba-tiba suara itu kembali lagi.

“Kak Emil.”

“Yakin? Sekarang buka penutup mata kamu!”

Gue pun ngikutin perintahnya buka penutup mata. Daaaaannnn… JENG JEENGGGGG! Ka Emil ada di depan gue!

Gue pengen kabur! Tapi kaki gue lemes. Sialan! Sejuta topan badai deh.

Terus si ka Emilnya ini dengan tampang sok judes dan galak, cuma ngomong, “jadi kamu suka sama saya?. Kenapa”

Karena kak Emil cakep! tapi cuman dalam hati.

“Karena kakak baik.” gue jawabnya sambil nunduk.

“Jangan nunduk! Kalau ngomong matanya harus lihat orangnya!” suara kakak perempuan itu lagi. Busyet, dia pasti puas banget ngerjain gue!

Dan setelah itu, gue ga tahu apa yang terjadi. Tiba-tiba ada banyak kakak-kakak berkerumun di sana.

Kak Emil pun tersenyum. Saya pun tenang. Ga salah milih orang kan. Dia memang orangnya baik, dan ga lanjut kerjain gue.

Setelah itu, gue ga bertemu dengan kak Emil lagi. Kami pisah sekolah sma. Pernah berjumpa lagi di kendaraan umum. Tapi dia sudah lupa. Dan pengalaman masa smp itu sudah lama berlalu.

Tapi gue masih ingat rasa malu. Pengakuan pertama suka sama cowok langsung di depan mukanya. Hahahaha.. sinting!

Yeaahh. Pramuka mengajarkan banyak hal. Termasuk keberanian. Berani ngomong suka sama orang yang kita sukai.

Selamat hari Pramuka! Gue sangat bersyukur dulu sempat ikutan Pramuka.

Salam Pramuka!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s