Lebih berani di tempat baru

Entahlah, kenapa saya lebih berani bepergian ke tempat yang belum pernah saya kunjungi, daripada tempat yang pernah saya kunjungi atau lewatin.

Tadi malam, perjalanan kereta terganggu karena ada longsoran tanah menutup rel di Citayam, sehingga kereta cuma sampai Depok. Terpaksa cari jalan lain utk pulang. Konsultasilah sama Ambar yang tinggal di Depok dan sering maen ke Bogor, bertanya gimana caranya bisa pulang ke Bogor, naek apa lewat mana.

Ternyata rutenya pernah saya lewatin. Saya pun terbayang jalanan yang harus saya tempuh, jarak yg semakin jauh, sudah malam pula, hujan deras, jalanan sepi. Saya jadi takut. Padahal itu kan daerah yang saya tahu. Tapi saya nggak berani.

Ini seperti kebiasaan buat saya. Gentar duluan untuk bepergian ke tempat yang sudah saya ketahui kondisinya. Tapi akan cuek saja dan malah semangat buat bepergian ke suatu tempat yang saya tidak tahu kondisinya. Salah satunya adalah perjalanan di Sawarna.

Jadi beberapa tahun lalu saya berlibur ke pantai Sawarna di Bayah. Malam kedua, saya baru menghubungi kakak sepupu yang tinggal di Bayah. Laporan kasih tahu saya lagi di Sawarna. Nggak enak lah, ada saudara masak ga dihubungin sekalian silaturahmi. Lah dilalah, sang kakak malah meminta saya untuk menginap di rumahnya. Padahal waktu itu sudah jam 7 malam. Saya panik. Masalahnya nggak ada kendaraan umum yang ke arah Bayah. Sudah malam pula!

Akhirnya kakak menghubungi temannya yang tinggal di Sawarna dan minta bantuan mencari ojek buat saya. Saya memberitahu teman2 akan menginap di rumah kakak. Mereka langsung khawatir karena sudah malam, nggak ada kendaraan, nggak tahu situasi jalan. Saya pun bimbang. Tapi tak lama kemudian, ojek datang menjemput jam 8 malam. Mereka meminta saya berhati-hati. Saya mengenakan jaket karena sore sehabis hujan udara cukup dingin.

Selepas dari Sawarna, masih melewati beberapa rumah, terang dari rumah menandakan masih ada kehidupan. tapi setelah ituuuuu… Jeng jeeengggggg! Gelap pekat. Setelah mata menyesuaikan dengan kegelapan, saya bisa melihat kanan kiri hutan. Pohon tinggi. Kemudian saya tidak berani nengok. Karena motor berjalan cepat, angin menerpa muka. saya menundukkan kepala. Padahal mah takuttttt. Jalanannya rusak. Motor meliuk-liuk, dan kadang2 melompat-lompat melewati jalanan bolong.

Brrrrrmmmmmmm… Tukang ojek menggas motornya, di depan ada tanjakan. Saya berdoa kencang, semoga motornya ga mogok. satu dua kali berpapasan dengan kendaraan lain. Tapi selebihnya, hanya motor itu yang melintasi jalanan.

Saya merasakan perjalanan yang panjang sekali. Saya takut nyasar. Tapi kemudian saya melihat cahaya dari rumah-rumah di kejauhan. Horeee.. Ada kehidupan. Saya langsung menatap ke depan. Menatap leka-lekat rumah di pinggir jalan. Itu diaaaa… Kakak sudah menunggu di depan rumahnya. Saya pun berpelukan karena berhasil sampai di rumahnya dengan selamat dan kedinginan.

Esok paginya, rombongan teman-teman datang ke rumah kakak sekalian menjemput dan mencicipi makanan laut yang dimasak oleh kakak. Dia jago masak. Begitu tiba di teras rumah, mereka langsung pada heboh, “Haniiiii.. Kamu gila! Tadi kita lewatin jalanannya serem banget. Kanan kiri hutan lebat. Jalanan rusak. Perjalanan jauh. Kita aja berasa serem. Apalagi kamu!”

Saya cuman bengong. Karena tadi malam ga bisa lihat dengan jelas. Lebih banyak nunduk.

Setelah kenyang menyantap hidangan makanan laut, kami pun pamit kepada kakak. Ga sopan memang.. hehehehe. Kami kembali ke penginapan. Melewati jalanan yang saya tempuh tadi malam. Saya pun lemas. Tuhan, terima kasih atas perlindunganMu.

Jalanannya memang seperti yang diceritakan teman2. Dan kembali saya melewati tanjakan itu. Ternyata… curam bangeettttt! Itu adalah puncaknya dimana kamu bisa melihat hamparan laut dari ketinggian. Dan yeahhh.. hutan di kanan kiri cukup lebat, kadang lewatin jurang. Amboiii.

Anehnya tadi malam saya menyanggupi untuk pergi. Mungkin kalau sudah tahu keadaannya, saya akan menolak dengan gigih untuk pergi ke Bayah.

Dan kejadian ini tidak sekali saja. Tapi berulang kali terjadi. Alhamdulillah, terima kasih atas perlindungan Allah Yang Maha Kuasa.

Pada intinya, di tempat baru saya akan lebih waspada dan siaga. Salah satu nasihat ibu adalah jika bepergian ke tempat baru, amati daerah sekitar, dimana tempat2 penting seperti toilet, kantin, pintu ke luar, amati orang2nya. Walhasil, saya sering mergokin copet di kendaraan umum atau jalanan! Wuaaahhh… cerita seram lainnya dari saya!

Tabik!

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s