Tips& tricks food photography

Pernah ngiler lihat foto makanan yang bertebaran di social media? Saya sering! Bukan hanya makanan itu terlihat enak kalau dimakan tapi juga enak dipandang mata. Padahal foto itu hanya semangkuk mie ayam. Dipandang saat hujan turun. Duh baper. Bawaan laper!

Saya juga kadang motret makanan hasil masak di rumah atau makanan di restaurant yang terlihat cantik penataannya. Tapi ternyata motret makanan yang bisa bikin ngiler itu ga mudah pemirsa! Perlu cara dan jurus pemotretan supaya hasilnya bagus.  Saya pernah melihat sekelompok orang memotret makanan di sebuah kafe di Bogor. Dengan peralatan kamera besar, lampu kecil. Duh, melihat itu saya jadi ingin belajar motret makanan.

Eehh dilalah Mas Teguh Sudarisman seorang penulis perjalanan membuat pengumuman akan mengadakan pelatihan motret makanan asalkan pesertanya mengirimkan tautan blognya. Saya pun memberanikan diri mengirimkan blog saya. Dan akhirnya saya terpilih menjadi peserta! Yahuu. Dua kesenangan sekaligus. Motret dan makanan.

Pelatihan diadakan pada akhir pekan panjang. Yup! Saat orang lain bersemangat bepergian ke luar kota, saya bersemangat pergi ke Jakarta untuk mengikuti “Tips and Tricks Food Photography” bersama Marisa Djemat, seorang photographer yang memiliki banyak pengalaman dalam dunia fotografi terutama foto makanan. Pelatihan diadakan di Hotel Aston Rasuna, Jakarta, salah satu kawasan di Jakarta yang saya suka karena nggak macet, bersih dan jalanannya sangat nyaman.

Dalam workshop, Marisa Djemat memaparkan bahwa untuk memotret makanan kita harus memiliki konsep. Konsep yang disesuaikan dengan season/musim. Misal kita mau buat foto makanan yang berkaitan dengan hari raya Natal atau Idul FItri. Nah kemudian kita bisa menambahkan sentuhan property penunjang foto makanan. Kalau misalkan foto makanan Idul Fitri kita bisa tambahkan bungkus ketupat.

Perhatikan juga aspek cahaya. Ga mesti dengan lampu besar ala photographer professional. Kita bisa motret di rumah dengan manfaatkan cahaya matahari pagi,  jam 9-10. Bawa saja makanannya ke luar rumah, atau di dekat pintu.

Sudut pengambilan gambar “eye level” yakni tingginya kamera saat membidik harus sejajar dengan objek foto. Atau bisa juga kamera di atas objek foto. Kalau  kurang tinggi, naiklah ke atas kursi. Nah kalau motret di kafe atau resto, mesti berani malu. Ga apa-apalah demi foto kece bikin ngiler.

Fokuslah pada makanan. Karena kita harus menonjolkan objek foto yakni makanan.

Berkreasilah sesuai dengan keadaan. Itu yang ditegaskan oleh Mbak Marisa.Dalam memotret makanan kita harus berpikir kreatif dengan memanfaatkan alat atau property yang ada di sekitar kita untuk menghasilkan foto yang bagus. Misal lagi di kafe, Cuma pesan secangkir kopi, tambahkan saja majalah dan kacamata hitam kita, jadikan background sebagai pendukung untukmenceritakan suasana yang ada.

Atau kalau kita pesan makanan yang menarik dan rasanya enak, jangan malu untuk bertanya pada pihak kafe atau restaurant apa saja isi makanan tersebut dan nama makanannya. Terus kita unggah di sosial media, dan ceritakan rasa yang kita nikmati saat menyantapnya. Caption juga penting. Biar pada ngiler semuanya. Kejam! Hahaha

Setelah mendengarkan pemaparan teori memotret dari Mbak Marisa, tibalah saatnya untuk mempraktekkannya. Kami diajak keluar ruangan Fuction Room dan di selasar telah disiapkan meja-meja untuk menghidangkan objek foto, menu-menu makanan terbaru dari Mezza Resto, Bar & Lounge, yang direkomendasikan oleh Luky Satriawan, Executive Chef Aston Rasuna.  Setelah memotret kami mendapat kesempatan mencicipi semua makanan dan minumannya! Sedyaaappp..!

img_20161210_114159
Tuna Avocado Salad, fresh tina slice with fresh avocado, mix lettuce, drizzing with Italian dressing
dsc09517
Mix Grill Tenderloin, King Prawn, and Scallop Beef tenderloin, king prawn and scallop, served with grilled cherry tomato, sauted asparagus, mashed potato and garlic butter sauce
dsc09553
Seafood Chowder Creamy, thick seafood soup accompanied with toast pesto farmer’s bread

dsc09512Ciabatta Sandwich Square, ciabatta bread stuffed with fried egg, tuna mayo, black olive tapenade, tomato, onion, cucumber and lettuce served with homemade fries.

Semua menu itu saya suka! Dasar pengunyah… hehehe.

Menu minuman yang segar dan menyehatkan.

dsc09523
The Poppy Perfect combination of lime juice with pandan leaves and lemongrass and soda water.
DSC09526.JPG
Green Rasuna Signature healthy drink consists of mixed mustard, pineaplle and limes juice.

Semua menu makanan ini bisa dinikmati di Mezza Resto, Bar and Lounge. Biasanya ada tamu yang mengadakan pertemuan di sana dan dilanjutkan dengan makan siang dengan paket menu yang telah disediakan atau bisa memilih menu. Ada satu pojok yang nyaman dan tenang, dengan sofa empuk, bisa ngobrol, baca buku atau menulis cerita.

dsc09587

dsc09585

Hotel Aston Rasuna Jakarta

Komplek Apartemen Taman Rasuna Tower, Jl. H. R. Rasuna Said, RT.17/RW.1, Setiabudi, Menteng Atas, South Jakarta City, Special Capital Region of Jakarta 12960

Telepon:(021) 83705555

 

Catatan: artikel ini mendapat apresiasi dari penyelenggara dan saya mendapat vocher menginap gratis di Hotel Aston Rasuna, Jakarta. Alhamdulillah… Tambah rajin nulis ya Haannn.. *semangatin diri sendiri*

 

Advertisements

8 thoughts on “Tips& tricks food photography

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s