Wayang Golek dari Bogor

Banyak urang Sunda menggemari pertunjukan wayang golek. Sebuah seni tradisional Sunda pertunjukan wayang yang terbuat dari kayu. Wayang golek yg terlihat indah dalam pertunjukan, ataupun yang dipajang di etalase toko sekelas Sarinah, bisa jadi beberapa diantaranya berasal dari Bogor. Bogor? Iya, Bogor!

Saya juga nggak tahu kalau di daerah Bogor ada pengrajin wayang golek. Hingga membaca pengumuman dari komunitas Napak Tilas Peninggalan Budaya yang akan mengadakan kunjungan ke daerah Cibadak Bogor, yang salah satu agendanya adalah mengunjungi pengrajin wayang golek. Saya pun buru-buru mendaftar karena pesertanya dibatasi hanya 30 orang dan ingin tahu siapakah pembuatnya, bagaimana proses pembuatannya dan seperti apa wayang golek yang dibuatnya. Koq selama ini nggak pernah kedengeran.

Jadi, hari Minggu pagi bersama anggota komunitas Napak Tilas Peninggalan Budaya (NPTB) sebuah komunitas di Bogor yang mengajak anggotanya untuk mengunjungi situs-situs peninggalan budaya sambil mempelajari dan mengenal sejarah dan budaya masa lalu,  kami menuju daerah Cibadak, melewati kampus IPB Darmaga, pertigaan Ciampea, angkot berhenti di depan penjualan mobil bekas, dan di sebrang jalan ada papan kecil yg menunjukkan lokasi pembuatan wayang golek.

PhotoGrid_1490784872978

Kang Hendra M. Astari,  pupuhu NTPB, mengajak kami memasuki sebuah pekarangan yg rimbun dgn pepohonan dan di sana terdapat saung bilik. Di dalam saung ada seorang bapak sedang asyik mengukir sebuah kayu dan beberapa kepala wayang golek yg telah selesai diukir.

PhotoGrid_1490785270328

Kang Hendra pun memperkenalkannya kepada kami. Pembuat wayang golek itu bernama pak Endang Saputra. Yang telah lama menjadi pengrajin wayang. Dalam seminggu bisa menyelesaikan satu wayang sampai selesai, dari mengukir kayu hingga memasang kostum dan ornamennya. Kostum wayang dan ornamennya dikerjakan oleh anggota keluarganya yang lain. Selain itu juga menerima pemesanan pembuatan kostum wayang dari pihak luar.

Sambil asyik memahat, Pak Endang menuturkan bahwa bahan baku utama pembuatan wayang adalah kayu lame yang mudah didapatkan di sekitar rumahnya. Bahkan dekat saungnya ada pohon yg masih muda. Di bagian halaman lainnya terdapat potongan bagian dari wayang yg telah selesai dicat.

Selain untuk keperluan pertunjukan, pak Endang juga menerima pemesanan wayang untuk cinderamata yg dimasukkan dalam kotak kaca, dan sebagai piala. Biasanya pak Endang membuat wayang yg berpasangan, seperti Arjuna dan Sinta.

PhotoGrid_1490785385848

Keahlian pak Endang membuat wayang berasal dari belajar langsung pada kakeknya bernama Abah Ahim yg telah membuat wayang sejak tahun 1973 dan telah kesohor sebagai pembuat wayang dari Bogor. Sejak tahun 1970an telah berhasil menembus dan menjual wayangnya di Sarinah di Jakarta, sebuah pertokoan yg menjual produk khas kerajinan nusantara dengan kualitas tinggi. Hingga kini pun pak Endang masih mengirimkan wayang buatannya ke Sarinah. Harga wayangnya berkisar 150.000 hingga 500.000.

PhotoGrid_1490785312848

Usaha pembuatan wayang ini masih dikerjakan sendiri oleh Pak Endang. Belum ada generasi setelahnya yg tertarik dan berlatih untuk menjadi pembuat wayang. Semoga suatu hari nanti akan ada penerusnya. Dan kita sebagai orang Bogor bisa dengan bangga bilang, wayang golek yg di Sarinah itu teh asalnya dari Bogor.

PhotoGrid_1490784900942

Tabik!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s